MPLS SMK Kreatif Hasbullah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Jombang — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Kreatif Hasbullah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sukses digelar selama tiga hari, dari tanggal 8 hingga 10 Juli 2025. Kegiatan yang sarat dengan nilai edukatif, kedisiplinan, dan karakter ini mengusung tema “MPLS RAMAH: Bersahabat dengan Teknologi, Bertanggung Jawab dalam Penggunaan”.

Semua siswa baru mengikuti kegiatan MPLS yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru sekaligus membangun karakter yang siap menghadapi tantangan zaman, terutama dalam penggunaan teknologi secara bijak.

Hari Pertama: Pembukaan dan Penguatan Nilai Dasar Sekolah

Kegiatan hari pertama dibuka dengan apel pagi dan sambutan resmi dari Kepala Sekolah SMK Kreatif Hasbullah Bahrul Ulum, Violyta Ekka Caroline, S.Pd., Gr. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya kepada para peserta didik baru.

“MPLS bukan hanya ajang perkenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai sekolah sejak awal. Kami ingin siswa menjadi generasi yang ramah, adaptif terhadap teknologi, namun tetap bertanggung jawab dalam penggunaannya,” ujar Violyta dengan semangat.

Setelah pembukaan, peserta menerima berbagai materi penting seperti visi dan misi sekolah, tata tertib siswa, serta penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan ke-NU-an. Yang menarik, sesi siang pada hari pertama menghadirkan materi Anti Narkoba dengan narasumber dari Polsek Kota Jombang. Peserta didik tampak antusias dan aktif berdiskusi mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga pergaulan serta kesehatan mental dan fisik sejak dini.

Hari Kedua: Kedisiplinan dan Semangat Nasionalisme

Hari kedua kegiatan MPLS menitikberatkan pada pembentukan kedisiplinan dan cinta tanah air. Materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan kedisiplinan disampaikan langsung oleh anggota TNI dari Koramil setempat. Dengan semangat nasionalisme, peserta MPLS dibimbing untuk memahami arti pentingnya tanggung jawab, keteraturan, dan kerjasama. Fitria Nur Khoridah, S.Pd., Gr., selaku Ketua Pelaksana MPLS, menyampaikan bahwa materi ini penting untuk membentuk karakter siswa yang tangguh.

“Kedisiplinan adalah pondasi penting dalam dunia vokasi. Kami ingin membekali peserta didik dengan sikap disiplin yang akan mereka butuhkan baik di sekolah maupun dunia kerja nanti,” ungkap Fitria.

Hari Ketiga: Edukasi Lingkungan dan Outbound Seru Tanpa Seniorisme

Puncak kegiatan MPLS berlangsung pada hari ketiga dengan agenda yang penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan dimulai dengan materi penanaman bibit tanaman sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. Siswa diberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga alam dan diajak secara langsung untuk menanam bibit di sekitar lingkungan sekolah. Setelah itu, suasana berubah menjadi lebih menyenangkan dengan kegiatan outbound interaktif dan seru yang dipandu oleh kakak-kakak OSIS SMK Kreatif. Berbagai permainan edukatif dirancang untuk membangun keakraban, kerjasama tim, dan rasa percaya diri.

Salah satu anggota OSIS, Zahra Kayla Putri, menyampaikan bahwa kegiatan outbound dirancang tanpa unsur senioritas dan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang hangat dan inklusif.“Kami ingin menunjukkan bahwa di sekolah ini tidak ada praktik seniorisme. Outbound kami rancang agar menyenangkan, membangun semangat kekeluargaan, dan membuat adik-adik merasa nyaman dan diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMK Kreatif,” tutur Zahra yang juga sebagai koordinasi MPLS 2025.

Kegiatan hari terakhir ditutup dengan apel penutupan yang penuh semangat dan harapan baru. Kepala Sekolah kembali mengingatkan pentingnya menjadi siswa yang tangguh dan berintegritas di era digital ini.

Harapan ke Depan

Dengan suksesnya kegiatan MPLS ini, SMK Kreatif Hasbullah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang berharap dapat membentuk generasi pelajar yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki etika, karakter, dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Tema MPLS tahun ini menjadi penegasan bahwa teknologi bukan untuk disalahgunakan, melainkan untuk dimanfaatkan secara produktif dan bertanggung jawab.

“Kami yakin, melalui pendekatan yang ramah dan menyeluruh seperti ini, peserta didik akan merasa diterima dan siap menapaki jenjang pendidikan yang baru dengan semangat positif,” tutup Violyta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *